Ayo Wisata

Pencarian

Belajar Sejarah Di Taman Purbakala Pugung Raharjo

2017-02-27

Mendengar nama Lampung mungkin yang terbayang di benak anda pertama kali adalah sebuah povinsi yang sangat rawan sekali dengan begal. Namun buang jauh-jauh fikiran anda bahwa Lampung adalah sebuah sarang bagi para begal. Karena secara perlahan-lahan aktivitas begal di Lampung sudah mulai berkurang dan terus ditekan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan polda Lampung tentunya.

Terlepas dari sebuah provinsi yang banyak orang fikir sebagai sarang begal, Lampung juga memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selain menjadi tujuan utama bagi para peselancar dunia, Lampung juga masih menyimpan banyak potensi-potensi wisata dengan berbagai keunikannya. Banyak nya deretan pantai dan juga gugusan pulau-pulau unik menjadikan Lampung selalu ramai dikunjungi baik yang berasal dari Lampung sendiri maupun dari luar Lampung. Namun selain dikenal memiliki deretan pantai dan gugusan pulau yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, ternyata Lampung juga masih memiliki potensi wisata yang terbilang unik dan jarang dimiliki oleh daerah-daerah lain. Lokasi wisata tersebut adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo yang berada di Desa Pugung Raharjo, Lampung Timur.

Pintu Masuk. sumber: jalan2.com
Lampung Timur memang memiliki potensi wisata yang terbilang cukup unik. Selain terkenal dengan Taman Nasional Way Kambasnya, Lampung Timur juga terkenal dengan situs peninggalan purbanya yang diberi nama Taman Purbakala Pugung Raharjo ini. Kita bisa melihat bata-batu dan arca peninggalan purbakala di lokasi ini. Selain itu juga kita bisa melihat sebuah piramida yang mirip dengan piramida Mesir namun ukurannya kecil. Terdapat juga sebuah bangunan seperti museum yang dibangun untuk menyimpan sebagian batu-batuan purba dan juga arca.

Piramida Taman Purbakala Pugung Raharjo. sumber: hasabizone.blogspot.co.id
Museum Taman Purbakala. sumber: hasabizone.blogspot.co.id
Arca Bodhisatwa. sumber: hasabizone.blogspot.co.id
Taman Purbakala Pugung Raharjo ini sangat direkomendasikan bagi anda yang sudah merasa bosan dengan paket wisata berupa pantai maupun pulau. Saat berada di kawasan Taman Purba Pugung Raharjo ini anda serasa dibawa kembali kemasa purba dengan pemandangan alam lengkap dengan bebatuan yang berada disini. Ketenangan dan kenyamanan wisata ditawarkan di tempat ini. Suasana sejuk dan tenang dengan lahan-lahan yang subur di sekeliling Taman Purba Pugung Raharjo ini semakin menambah kesan tenang dan keasrian tempat ini.

Taman  Batu Mayat. sumber: hasabizone.blogspot.co.id
Anda tidak akan dibandrol harga tiket masuk  untuk bisa masuk kawasan wisata ini. Hanya biaya seikhlasnya saja yang perlu anda keluarkan untuk memasuki kawasan wisata ini. Untuk bisa sampai di Taman Purbakala Pugung Raharjo ini anda bisa menempuhnya dari Kota Bandar Lampung atau bisa juga dari Kota Metro. Perjalanan yang harus anda tempuh adalah selama sekitar 1,5 sampai 2 jam.

Mengulik Legenda Menarik Dibalik Kawasan Wisata Umbul Manten

2017-02-26

Berselogan Kota Bersinar selain memiliki keramahan dari masyarakatnya, Klaten juga menyimpan potensi wisata yang unik dan menarik. Selain Umbul Ponggok yang sedang hits dan sedang ramai dikalangan muda mudi, Kabupaten Klaten juga masih memiliki beberapa tempat wisata yang juga menarik dengan segala keunikannya. Satu diantaranya adalah Umbul Manten yang memiliki view mirip dengan lokasi wisata Umbul Ponggok yang juga menawarkan pemandangan unik bawah air. Namun yang menjadikan lokasi wisata Umbul Manten ini berbeda dengan Umbul Ponggok adalah pemandangan airnya yang terlihat lebih alami dan terkesan lebih menyatu dengan alam.

Umbul Manten. sumber: forum.detik.com
Lokasinya yang diapit oleh 2 kota wisata dan budaya yakni Jogja dan Solo tentunya menjadikan Kabupaten Klaten terus memperbaiki dan terus menggali semua potensi yang dimiliki khususnya dalam bidang pariwisata. Entah disengaja atau pun tidak, beberapa tempat wisata Klaten memang terseting untuk para kaula muda dengan pemandangan uniknya yang menarik. Begitu pula dengan kawasan wisata Umbul Manten ini.

Secara terpisah arti dari kata lokasi wisata yang satu ini yakni Umbul yang berarti "Sumber Mata Air" dan Manten yang memiliki arti "Pengantin". Diberikan nama demikian karena tidak lepas dari legenda terkait lokasi wisata yang ini. Menurut penuturan warga tempat ini dulunya adalah sumber mata air bisa, dan menjadi berubah nama dikarenakan dahulu ada sepasang pengantin baru yang hilang di lokasi ini. Menurut cerita yang beredar sepasang pengantin ini dahulunya mendapat wejangan dari orang tuanya yang mana sebelum usia pernikahan mereka mencapai 40 hari mereka dilarang untuk keluar rumah setelah maghrib. Namun karena sepasang pengantin ini merasa bosan dan jenuh harus terus menerus di dalam rumah, akhirnya mereka pun tidak mengindahkan nasihat orang tuanya dan meraka keluar rumah pada saat menjelang maghrib. Pengantin laki-lakinya atau sang suami berjalan lebih dulu dari sang istri. Namun setelah sampai di lokasi sumber mata air ini secara tiba-tiba sang suami menoleh ke arah sang istri tetapi sang suami tidak bisa melihat dimana sang istri berada. Hal yang sama pun dirasakan oleh sang istri dimana sang istri tidak bisa melihat keberadaan sang suami. Sampai saat ini tidak ada yang tau dimana keberadaan sepasang pengantin ini dan dari sinilah awal mula lokasi tersebut diberi nama Umbul Manten.

Umbul Manten ini berada di Dusun Janti, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan secara kebetulan lokasi ini tidak berjauhan dengan kawasan wisata Umbul Ponggok. Kawasan wisata Umbul Manten ini sendiri mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan pada awal tahun 2015. Walau pun menawarkan paket wisata yang mirip dengan Umbul Ponggok, namun Umbul Manten tidak seperti Umbul Ponggok yang sangat luas. Umbul Manten ini sendiri memiliki kolam yang berukuran kecil dengan kedalaman yang terbilang dangkal. Sangat pas sekali jika kawasan wisata ini disebut dengan kolam renang alam karena memang lokasinya yang berada di alam dan terbuat secara alami. Kondisi air yang mengalir menjadikan air pada kolam Umbul Manten ini selalu jernih tidak pernah bau. Namun anda tidak akan menemukan ikan seperti yang anda temukan di Umbul Ponggok. Sumber air yang mengaliri Umbul Manten ini sendiri berasal dari Umbul Peteng dan juga Umbul Pelem. 

Umbul Manten. sumber: henis95.blogspot.co.id
Untuk bisa menikmati segarnya air di Umbul Manten ini anda harus menempuh rute sebagai berikut:
Bagi anda yang berasal dari arah Jogja, anda cukup ke arah Jalan Solo menuju ke arah Kota Klaten. Setelah itu yang perlu anda tuju adalah Jalan Janti-Tegalgondo dan anda akan menemukan plang bertuliskan arah menuju Umbul Manten di pinggiran jalan. Namun jika anda yang berasal dari Solo, anda bisa menuju ke arah Jalan Solo-Jogja, anda akan bertemu dengan pemancingan ikan Janti sebelum anda masuk pertigaan Pakis,Dlanggu. Telusuri saja jalan tersebut hingga anda bertemu dengan Umbul Manten yang berada di sisi kanan jalan. 

Wisata Unik Goa Pindul Gunung Kidul, Jogja

2017-02-24

Umumnya setiap kali liburan tiba tempat-tempat wisata selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hampir setiap wisatawan merasa dengan liburanlah semua beban fikiran akan hilang seketika setelah masuk kawasan wisata. Meski lelah mendera dan tenaga pun terkuras tak membuat semangat melemah bahkan semakin kuat demi kesenangan yang mungkin hanya bisa anda dapatkan setiap akhir pekan atau pun hari-hari libur saja.

Pintu Masuk Kawasan Goa Pindul. sumber: ceritagie.wordpress.com
Hampir setiap libur akhir pekan mau pun libur pada hari-hari besar wisatawan beramai-ramai berkunjung ke kebun binatang atau pun pantai karena memang kedua lokasi inilah yang selalu menjadi incaran utama dan favorit para wisatawan. Namun lokasi wisata yang satu ini pun tidak kalah dengan kebun binatang dan pantai yang juga tidak pernah sepi dari pengunjung. Lokasi wisata ini adalah Goa Pindul yang berada di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. 

Goa Pindul. sumber: indonesia-tourism.com
Tidak seperti goa pada umumnya, wisata Goa Pindul ini memiliki keunikan dimana terdapat stalagtit yang masih terus tumbuh di langit-langit goa. Selain itu untuk menyusuri goa ini kita harus menggunakan ban atau pun pelampung karena memang Goa Pindul ini dialiri sebuah aliran sungai bawah tanah yang mengalir dari mulut goa sampai ke ujung goa. Setiap wisatawan yang datang ke goa ini memang selalu mengincar pemandangan indah stalagtit ini yang biasanya kegiatan ini disebut dengan Cuve Tubing. Dibutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk bisa menyusuri aliran sungai dan menikmati indahnya stalagtit Goa Pindul ini dengan jarak sekitar 350 meter. Aliran sungai pada goa ini sendiri berasal dari sumber mata air Gedong Tujuh. Bagi anda yang belum pernah mencoba berwisata ke Goa Pindul, jangan khawatir karena lokasi wisata ini sangat aman bagi semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa karena aliran sungai di goa ini tidak berarus deras meskipun setelah hujan deras. Jadi Goa Pindul ini sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin mencoba wisata dengan suasana yang berbeda. 

Pemandangan Di Dalam Goa. sumber: goapindulwirawisata.com
Untuk bisa memasuki kawasan Goa Pindul anda bisa menempuh rute sebagai berikut:
Dari Yogyakarta - Jalan Raya Wonosari - Piyungan - Bukit Patuk - Hutan Bunder - Logandeng - Siyono - Rumah Sakit PKU - Desa Bejiharjo. Atau anda bisa mengikuti denah lokasi berikut:

Denah Lokasi Desa Bejiharjo. sumber: twicsy.com

Menguji Adrenalin Di Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Kidul

2017-02-23

Rutinitas dan kesibukan sehari-hari memang selalu memberi beban pada fikiran anda. Rasa lelah dan penat yang melanda tentunya sangat perlu untuk disegarkan kembali agar fikiran kembali jernih dan siap kembali beraktivitas. Indonesia yang kaya akan potensi wisata sangat siap memanjakan anda dan siap memberikan hiburan kepada anda yang sedang menyimpan rasa penat yang menumpuk difikiran.

Beberapa daerah besar seperti Jogja atau pun Pulau Dewata Bali memiliki banyak lokasi wisata yang bisa menjadi referensi anda untuk anda kunjungi bersama keluarga. Berjuluk Kota Istimewa dan sebagai Kota Pelajar, Jogja mungkin dikenal dengan Pantai Parangtritis dan Jalan Malioboronya. Namun masih banyak lagi potensi-potensi wisata yang juga menarik dan sangat cocok dijadikan pilihan liburan anda.

Pintu Masuk. sumber: mataindonesia.co
Sebuah  gunung api yang pernah aktiv berjuta tahun yang lalu ini mungkin salah satunya. Berada di kawasan Baturagung atau lebih tepatnya terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, gunung ini diberi nama Gunung Nglanggeran atau yang akarab di sebut wisatawan dengan nama Gunung Api Purba. Disebut dengan nama Gunung Api Purba dikarenakan Gunung Nglanggeran ini dulunya adalah sebuah gunung api yang pernah aktiv berpuluh juta tahun yang lalu. Namun siapa sangka yang dulunya sebuah gunung berapi, kini telah menjadi bongkahan batu cadas raksasa. Gunung Nglanggeran sendiri membentang sepanjang sekitar 800 meter dengan ketinggian mencapai 300 meter. Pemndangan utama ketika berada di gunung ini adalah indahnya pemandangan matahari terbit yang terlihat dari atas ketinggian Gunung Nglanggeran ini. Selain pemandangan matahari terbit yang indah, bagi anda yang hobi dengan olah raga panjat tebing, anda akan dimanjakan dengan tebing-tebing terjal yang siap menguji adrenalin anda tentunya.

Gunung Nglanggeran. sumber: jalanjogja.com
Kwasan wisata ini dibuka untuk umum selama 24 jam. Untuk bisa masuk kawasan Gunung Nglanggeran ini anda harus membayar tiket masuk yang berbeda pada siang dan malam. Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 7.000,- per orang untuk siang hari dan sebesar Rp. 9.000,- per orang untuk malam hari. Harga tiket masuk tersebut hanya berlaku untuk warga negara Indonesia saja, karena warga negara asing akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 15.000,- per orang untuk siang hari maupun malam hari. Rute menuju Gunung Nglanggeran ini pun cukup mudah ditempuh. Anda bisa menempuh rute dari Wonosari ke arah Bunderan Sambipitu. Selanjutnya menuju arah Dusun Bobung kemudian anda akan bertemu dengan Desa Nglanggeran dimana gunung ini berada. Atau anda juga bisa menempuh rute Yogyakarta - Bukit Bintang Patuk - Desa Ngoro-oro - Desa Nglanggeran.

Berwisata Unik Di Kebun Buah Mangunan Bantul

2017-02-22

Anda lelah? Mungkin anda kurang piknik?
Kata-kata ini mungkin sedang ramai dikalangan anak-anak muda baru-baru ini. Selain menggambarkan sebuah liburan, arti kata piknik juga bisa diartikan bepergian yang bertujuan menghilangkan penat dengan mencari hiburan di sebuah lokasi wisata. Mungkin aktivitas ini lah yang kini digemari anak-anak muda hingga mereka yang sudah berkeluarga.

Berpiknik bersama dengan teman-teman dekat atau pun bersama keluarga memang sudah menjadi kegiatan yang sangat digemari. Selain rasa penat yang hilang dan berganti dengan semangat untuk menyambut aktivitas di esok hari, rasa senang dan bahagia tentunya terpancar dari momen yang hanya bisa anda dapatkan setiap satu minggu sekali atau bahkan hanya setiap satu bulan sekali ini. Suasana ceria yang tercipta ini tentunya menjadikan obat pelipur lara yang tidak akan bisa dibeli dengan apa pun.

Pintu Masuk. sumber: paketwisatajogja.net
Berbicara masalah piknik, mungkin sudah menjadi hal yang biasa bila piknik bersama keluarga di pantai atau pun taman rekreasi. Karena memang dua tempat wisata tersebut adalah tujuan utama yang paling sering dikunjungi pada saat hari libur tiba apa lagi pada saat libur panjang. Namun anda mungkin harus mencoba berkunjung ke lokasi wisata yang satu ini karena lokasinya yang berada diketinggian dan tentunya menjadikan liburan anda lebih seru. Berada diketinggian bukan berarti destinasi wisata ini berupa gunung atau pun bukit. Destinasi wisata yang berada di kawasan Mangunan ini adalah sebuah perkebunan buah yang akan memberi anda kesan seperti berada di atas awan. Berdiri di atas ketinggian sekitar 200 meter dari permukaan laut (MDPL) menjadikan Kebun Buah Mangunan memiliki suasana yang sejuk dan nyaman untuk dijadikan sebagai destinasi wisata pilihan bersama keluarga.

Pemandangan Dari Atas Kebun Buah Mangunan. sumber: lookjogja.blogspot.co.id
Seperti layaknya berada di sebuah perkebunan buah, anda bisa belajar sekaligus mengamati pertumbuhan tanaman buah yang ditanam secara rapih dan jika beruntung kita bisa menikmati hasil buah-buahan yang ditanam di kebun ini. Beberapa jenis buah-buahan yang ditanam disini adalah durian, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, manggis, matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak dan belimbing. Selain tanaman-tanaman buah yang menjadi perhatian utama di sini, anda juga bisa menikmati pemandangan yang yang tersaji di sini. Anda bisa melihat Pantai Parangtritis yang tampak dari kejauhan dan juga terlihat pemandangan Kota Bantul dari Kebun Buah Mangunan ini. Selain itu sebagai destinasi wisata kebun buah ini memiliki beberapa fasilitas yang bisa anda nikmati bersama keluarga diantaranya adalah arena Outbond, Flying fox, jembatan goyang, bumi perkemahan, penginapan, kolam renang, ruang pertemuan dan lahan pembelajaran pembibitan tanaman tentunya.

Deretan Tanaman Rambutan. sumber: yukpiknik.com
Seperti namanya, Kebun Buah Mangunan ini berada di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Letak tempat wisata ini memang masih satu kawasan dengan destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan yang juga berada di Desa Mangunan. Untuk bisa masuk kawasan Kebun Buah Mangunan ini anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-. Sedangkan untuk retribusi parkir anda tidak akan dikenakan biaya alias gratis.

Tiket Masuk. sumber: lihat.co.id

Pantai Nglambor, Keindahan Aquarium Alam Tersembunyi di Yogyakarta

2017-02-20

Berkunjung ke Jogja mungkin yang menjadi tujuan utama anda adalah Candi Prambanan kemudian Jalan Malioboro, Atau mungkin Gereja Ayam Puthuk Setumbu yang tenar setelah dijadikan lokasi pengambilan gambar pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini. Selain beberapa tempat tadi Jogja juga masih memiliki beberapa lokasi wisata yang juga menarik untuk anda kunjungi karena keunikan yang tidak akan anda dapatkan ditempat wisata lain yang ada di Indonesia.

Mendengar kata pantai di Jogja pastinya yang terbayang dibenak anda adalah beberapa kawasan pantai yang ada di selatan Jogja, atau yang terkenal adalah Pantai Parangtritis. Namun selain Pantai Parangtritis yang terkenal dengan ombaknya yang menggulung dan sering menyeret korban, Jogja juga masih mempunyai stok pantai seperti Pantai Indrayanti yang memiliki pemandangan yang eksotis seperti pantai-pantai yang ada di Pulau Dewata Bali. Selain itu juga masih ada yang pantai yang ketika berada di sini dan anda masuk ke dalam airnya anda akan merada sedang berada di dalam aquarium yang sangat besar atau lebih tepatnya aquarium alam.

Aquarium Alam, Pantai Nglambor. sumber:  pantainglambor.com
Dialah Pantai Nglambor yang memang memiliki daya tarik dari sisi pemandangan bawah lautnya. Pantai ini memang sangat digemari oleh wisatawan yang gemar dengan olah raga air yang satu ini yakni snorkling. Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Pantai Nglambor ini sengaja datang hanya untuk menikmati indahnya pemandangan bawah laut yang dimiliki oleh pantai ini. Yang juga menjadikan pantai ini lebih menarik adalah adanya dua buah pulau karang yang berbentuk seperti kura-kura raksasa yang seolah-olah menjadi penjaga pantai ini. Tidak heran banyak wisatawan yang menyebut bahwa pantai ini dijaga oleh dua kura-kura raksasa.

Kura-kura Penjaga Pantai Tampak Dari Kejauhan. sumber: njogja.co.id
Dengan letaknya yang berada di tengah-tengah antara Pantai Jagon dan Pantai Siung atau lebih tepatnya berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Jogja, pantai ini menyajikan anda pemandangan yang luar biasa indah dengan beraneka ragam terumbu karang yang tersimpan di dalamnya. Untuk bisa menikmati keindahan pesona bawah laut Pantai Nglabor ini anda bisa menempuh rute berikut:

Dari arah Jogja anda arahkan kendaraan anda ke arah Piyungan - Bukit Patuk - Sambipitu - Rest Area Bunder - Gading - Sroyono - Wonosari - Jalan Baron - Mulo - Purwodadi (kecamatan Tepus) - Jalan Raya Pantai Siung, sebelum anda sampai di Pantai Siung anda ambil kanan, kemudian anda akan bertemu dengan Pantai Nglambor.

Untuk bisa masuk kawasan pantai ini anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-. Harga tiket masuk tersebut sudah temasuk dengan tiket masuk kawasan Pantai Siung dan Pantai Jagon yang memang masih satu kawasan dengan Pantai Nglambor ini. Sedangkan tarif yang harus anda bayar untuk bisa mencicipi indahnya pemandangan bawah laut Pantai Nglambor ini dengan menyewa peralatan snorkling adalah sebesar Rp. 50.000,- per orang. Tarif tersebut sudah termasuk dengan guide, wellcome drink (teh hangat) dan foto under water dan up water (masing-masing orang 3-5 kali foto). Tentunya tarif yang sangat murah untuk fasilitas selengkap ini. Tunggu apa lagi segera agendakan liburan anda ke Pantai Nglambor Jogja.

Unik Dan Menarik, Embung Batara Sriten Gunung Kidul

2017-02-19

Jogja memang tetap istimewa. Terbukti dari keramahan warganya, ragam keunikannya, wisata kulinernya, hiangga destinasi wisatanya. Sebuah provinsi yang terkenal dengan Jalan Malioboro dan Pantai Parangtririsnya ini juga masih banyak menyimpan destinasi-destinasi wisata yang menarik dan sangat cocok dijadikan pilihan wisata anda bersama dengan sahabat atau pun bersama dengan orang yang spesial. Satu diantaranya mungkin adalah sebuah kawasan wisata yang diberi nama Batara Sriten.
Embung Batara Sriten. sumber: yogyalagi.com
Kawasan wisata ini sangat cocok bagi anda yang gemar dengan petualangan karena memang medan menuju lokasi ini sangat berkelok-kelok yang menuntut anda untuk harus bersabar melewatinya. Namun semua perjuangan anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang akan anda dapatkan setelah tiba di lokasi yang bernama Batara Sriten ini. Batara Sriten ini sendiri adalah sebuah kawasan wisata berupa sebuah Embung atau Telaga Besar yang sengaja dibuat dan berada di atas ketinggian. Jadi dengan kata lain Embung Batara Sriten ini adalah buatan manusia.

Kawasan wisata ini diresmikan pada bulan September 2014 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Embung Batara Sriten ini menawarkan anda pesona wisata embung yang berbeda tentunya karena letaknya yang berada di atas ketinggian. Dengan viewnya yang berada di atas ketinggian lebih dari 800 meter dari permukaan laut ini mampu menghinotis pengunjung dengan pesonanya. Seketika penat dan rasa jenuh anda akan lenyap dengan pemandangan yang anda dapatkan di Embung Batara Sriten ini. Dari atas sini anda bisa melihat pemandangan Kota Jogja. Tidak hanya itu, anda juga bisa Kota Klaten, Rawa Jombor, dan juga Waduk Gajah Mungkur yang ada di Wonogiri.

Pemandangan Dari Atas. sumber: dwitff.blogspot.co.id
Selain digunakan sebagai kawasan wisata ternyata Umbung Batara Sriten ini juga di manfaatkan sebagai penampungan air untuk selanjutnya dialirkan menuju agrowisata manggis dan kelangkeng yang berada disekitaran kawasan wisata ini. Beralih ke arah belakang embung, terdapat Puncak Mangir yang mana anda bisa melihat pemandangan kota yang ada dibawahnya secara utuh. Puncak ini juga sering menjadi spot para atlit olah raga paralayang untuk Take Off. Namun beralih ke arah lain nampak ada yang berbeda. Di kawasan wisata ini juga terdapat petilasan berupa sebuah makam. Menurut cerita yang beredar dimasyarakat makam ini adalah makan dari seorang tokoh yang bernama Syech Wali Jati. Dan menurut cerita warga setempat Syech Wali Jati ini adalah kerabat dekat Kesultanan yang moksa di bukit ini. Selain itu juga terdapat gazebo-gazebo atau pendopo yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk bersantai sambil menikmati pemandangan dan menikmati semilirnya angin yang berhembus.

Makam Syech Wali Jati. sumber: embungbatara.com
Gazebo Tempat Bersantai. sumber: salinsalim.wordpress.com
Batara Sriten berada di Perbukitan Baturagung Utara, atau lebih tepatnya berada di Padukuhan (atau dalam kata lainnya dusun) Sriten, Desa Pilang Rejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Anda bisa mencapai lokasi ini dengan menempuh waktu selama sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Yogyakarta. Ada dua rute yang bisa anda tempuh untuk mencapai lokasi Batara Sriten ini.

Rute yang pertama anda bisa mulai dari Kota Jogja - JalanWonosari - Piyungan - Patuk - Pertigaan Sambipitu (belok kiri kearah Nglipar dan ikuti sampai anda bertemu dengan penunjuk jalan) - Pertigaan Besar (belok kiri) - Jalan Nglipar Ngawen - Kedungpoh - Pertigaan setelah Kantor Kepala Desa Pilang Rejo - Batara Sriten.

Dan rute yang kedua yakni melewati Jalan Solo menuju kearah Klaten, kemudian naik ke arah Gunung Kidul. Bagi anda para pengguna telepon pintar, anda bisa mencarinya dengan tracking menggunakan GPS, atau anda juga bisa menggunakan google maps, atau bisa juga menggunakan aplikasi tracking yang lainnya karena memang Bataran Sriten ini sudah terindeks di berbagai aplikasi GPS tersebut.

Untuk tiket masuk kawasan ini pun terbilang sangat murah. Anda hanya harus membayar tiket sebesar Rp. 3.000,- per orang. Selain tiket masuk anda juga akan dikenakan biaya parkir yang juga cukup murah. Biaya parkir yang harus anda bayar adalah sebesar Rp. 2.000,- untuk motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Beberapa aktivitas pun bisa anda lakukan disini diantaranya adalah berburu foto, berburu pemandangan mataharitenggelam atau sunset, camping, hammocking, atau bagi anda yang sedang galau tempat ini juga cocok untuk anda menghibur diri.
 

Translate

Most Reading

histats

Tags